Cinta terhadap seseorang amatlah indah rasanya. Tak ada batasan untuk mencintai dan dicintai. Selama hati kita tulus dan apa adanya. Jangan pernah salahkan orang ketika ia sedang dimabuk cinta. Jangan pernah salahkan ketika dua hati berpadu jadi satu. Jangan pernah. Semua Ingin, Semua pernah, Semua tentang cinta yang akan merasakan itu. Tak pandang materi, Tak pandang ras,Cinta akan selalu hinggap di hati manusia. Biarkan itu tertanam, biarkan itu tumbuh dan biarkan itu bersemi. Selarasnya lebah dan bunga, selalu berbagi, selalu melengkapi. Di pandang dari sudut manapun cinta akan selalu telihat nyata. Ada.
Orang bilang, telah banyak dikhianati oleh cinta, Tak dianggap oleh cinta, Tersakiti karena cinta, Terhina juga karena cinta. Kau salah, Merekapun juga salah. Sejatinya, kau sendiri yang menghianati cinta, Menganggap cinta hanya sebuah fantasi belaka, Menganggap cinta itu hanya terjadi di dongeng sebelum tidur. Tidak, Itu salah, Cinta bukanlah fantasi belaka, Cinta bukan hanya terjadi di dongeng sebelum tidur, Cinta bukan fatamorgana yang menyesatkan, Cinta bukan cacian yang mengerikan, Bukan juga hal yang mustahil untuk menjelmanya, menjadi kepunyaanmu. Jangan pernah takut, Menyapanya, Menyantuninya, Mengayominya, Mengasihinya. Niscaya, Tanpa pernah ragu cinta itu akan menydarinya, menyadari bahwa ia sangat mengerti tentang sebuar arti kata cinta.
Tapi mengapa hanya aku, hanya aku yang mengalami sebuah PARADOKS,
Itu sangat amat jelas. Cinta itu samar-samar, Cinta itu jauh, Cinta itu
seperti butiran debu yang tak berguna. Tapi, aku sangat bisa merasakan
kehadirannya, Kehadiran tawanya, Kehadiran senyumnya, Kehadiran segeala
sesuatu yang bisa membuatku hidup berubah. Penalaran tak dibutukhan
dalam menagalis seberapa tajam tentang arti kata itu, Penjabaran tak
terhinggapun masih belum cukup . Tetapi, terhadap apa yang aku pernah
alami, hatipun serontak mendefinisikan maksud kata itu, kata; Benci.
Tidak! Ini tak mungkin, Ini salah! Hakikatnya, Cinta akan selalu memberi
energi positif, bukan malah sebaliknya. Aku tau, Aku pasti salah, Aku
pasti berhalusinasi, Aku pasti salah besar terhadap pola pikir ini. Ini
sebuah kenyataan, Sebuah perasaan yang digantungkan, Sebuah rindu yang
diabaikan, Sebuah kasih yang diintimidasi.
Aku salah. Menimbulkan masalah ini
Aku salah. Menyakiti satu hati.
Aku salah. Memaksa kehendak hati
Aku salah. Menghasut hati membenci
Aku salah. Membuat dirinya dicaci
Aku tahu. Kau pernah bercerita
Aku tahu. Kau selalu tertawa
Aku tahu. Kau melompat bahagia
Aku tahu. Kau bukanlah penenang jiwa
Dan Aku tahu, Engkau Bukanlah milikku selamanya
Telah banyak hati yang meresah. Aku selagi bernafas, mengucapkan kata penyesalan yang terdalam. Setidaknya ini akan berubah menjadi panutan esok depan. Tuntunan yang sangat dipercaya. Memilah dan memilih isi dari perasaan ini. Dan kepada hati itu, Aku berpesan sikapi segalanya dengan pemikiran dewasa. Janganlah kau sekali menghiraukan omongan mereka. Sikapi dengan biasa saja. Anggap saja perasaan ini hanya angin lewat. Datang dan langsung angkat kaki. Aku aanggap semua ini telah berakhir. Kuhapus semua jejak perjalanan hati ini. Membuka lembaran baru. Aku maupun hati itu. Terima kasih. :)
