Pagi disambut meriah oleh Syamsiah (Matahari dalam bahasa arab). Hembusan angin satu-satu membuat hasrat bunga-bunga bermekaran. Gemerisih kicau burung melangkapi momen sakral tersebut. Kabut tipis masih menyelimuti. Dan....... hahaha :D. Jujur gaes, kata-kata tadi tuh absurd banget. Pas aku nulis dan ga kerasa mulutku ikut membunyikan kata-kata tersebut, entah mengapa, dalam sekejap orang yang berada di dekatku seketika itu muntah darah berjamaah. Oke-oke, aku tau kalian jijik abis bahkan mungkin kalian udah ambil pisau dan mengambil posisi untuk melemparkan benda itu tepat kearahku. Sebelum kalian melakukan hal ngeri tersebut, izikanlah saya memberitahu(bukan sok pinter) tentang makanan khas pondok pesantres, khususnya pesantren NURUL UMMAH. Ya, pesantrenku tercinta. Dan bagi kalian yang sudah makan diharapkan menyediakan baskom! untuk apa ? nanti kalian pada tau setelah membaca tulisan maha super jijik ini. Selamat Membaca ! :D
Setiap pagi suasana pesantern dibuat rusuh oleh langkah para santri. Mereka berbondong membawa nampan, cebok, bahkan ember bekas cucian baju(terkadang masi ada sisi deterjen yang menempel). Mereka bukan mau nyuci baju masal, bukan juga mau memadamkan kebekaran hutan didepan sekolah. Mereka berlari secepat mungkin menuju dapur demi menjinakkan auman ganas perut mereka. Telat sedikit mereka akan berbaris memanjang seperti sedang mengantri BLT. Dan jika mereka mendapatkan antrian paling belakang auman perut mereka akan menjadi-jadi ganasnya. Mereka juga rela, giginya disinggai oleh jigong-jigong yang dahsyat baunya karena mereka makan sebelum sikat gigi demi menjinakkan perut mereka terlebih dahulu. Uwweeekkk x(.
Karena auman perut mereka yang sangat amat mengerikan. Mereka tak sempat memilih makanan. Sebab, jika mereka melakukan hal itu, keburu usus dan lambung yang disantap oleh perut mereka. Di pagi hari official dapur memberikan makan-makanan sangat khas sekali. demi menjaga asupan gizi kita agar tetap terjaga, official dapur rela bangun jam 3 demi memasakkan nasi untuk kami semua(tepuk tangan meriah bergemuruh). Menu yang dihidangkan tak kalah nikamat dengan restoran bintang lima. Loh ? Salah satunya menu khas tradisional. Menu ini mengajak kita untuk mencicipi nasi putih + ikan teri seribu mati (tempe) + saos inggris gosong (kecap 500an). Ada juga menu ala HUGOS. Menu ini disajikan dengan nasi Putih + air royco + DJ. ha ? DJ ? gila bener !. Mungkin kalian berfikir kita makan terus ditemani DJ gitu ? salah besar ! haha :D. Malahan lebih enak rasanya lebih enak dari bayangan kalian, yakni DADAR JAGUNG. haha.
Entah mengapa, pada hari tertentu auman-auman perut mereka menjadi seribu kalipat kerasnya. Seakan mereka belum diberi pangan 1 abad. Hal yang harus dilakukan oleh santri begitu kejadian ini terjadi; 1) ambil ember cucian baju; 2) lari maraton; 3) minta pangan ekstra; 3) cari tempat terdekat dan terakhir baca bismillah sebelum menyantapnya. nah, di hari tertentu yang auman-auman perut makin mengerikan ternyata digiurkan oleh satu menu yang sangat nikmat, bahkan bintang lima mah jauh. ya satu menu ini bernama "TAHU KETIAK". Banyak asumsi yang bermunculan setelah mengenal nama menu tersebut, tidak terkucuali saya. Asumsi yang paling menjijikkan yang pernah saya buat terhadap makanan tersebut ialah, saat para official memasak menu ini mereka belum memakai atau belum mengenal yang nama nya deodoran. Dan diasumsiku, cara membuat makanan itu sangat-sangatlah mengerikan. pertama-tama, para official dapur memasukkan tahu beserta air. setelah itu kompor dinyalakan. para official lalu mengaduk-aduk tahu beserta air yang telah mendidih. Dan anehnya para officialtidak menanmbahkan bumbu ataupun rempah-rempah sedikitpun. dan pada prosesi terakhir, dan yang bikin kita semua menelan ludah. Yah, prosesi PENETESAN KERINGAT KETIAK. WWUUUEEEKKK X(. Kenapa begitu ? sebab pada saat para official dapur mengaduk-aduk menu tersebut, mereka para official dapur yang belum memakai bahkan belum mengenal deodoran otomotis keringat ketiak mereka jatuh satu-satu kedalam masakkan tersebut. Dan lama kelamaan kuah dan tahu tersebut berubah menjadi coklat suram. dan yang paling ironis adalah para perut santri tidak akan pernah jinak jika belum diberi panganan absurd ini.
Pernah suatu hari aku tidak sengaja mendengar percakapan yang sangat janggal. Percakapan tersebut tidak bisa dihindari.
"beib, sabar yaa! aku udah usaha semampuku, tapi masih gagal mendapatkannya" kata salah satu santri meyakinkan.
"aaalahh, boong. kalau kamu usaha dan sayang sama aku pasti kamu rela ngelakuin apapun demi aku"
"iya beib aku tau, tapi tadi kamar mandinya ngantri panjang. kedapetan kamar mandi yang habis airnya, terus ada poop yang masih nongol di lubang wcnya. apes kan beib aku?" santri memelas
"oohh, sejak kapan kamu lebih peduli sama penampilanmu ketimbang aku. ohh, aku tau pasti kamu udah punya inceran baru kan ? oke kalo itu maumu kita PUTUS !!!!"Pernah suatu hari aku tidak sengaja mendengar percakapan yang sangat janggal. Percakapan tersebut tidak bisa dihindari.
"beib, sabar yaa! aku udah usaha semampuku, tapi masih gagal mendapatkannya" kata salah satu santri meyakinkan.
"aaalahh, boong. kalau kamu usaha dan sayang sama aku pasti kamu rela ngelakuin apapun demi aku"
"iya beib aku tau, tapi tadi kamar mandinya ngantri panjang. kedapetan kamar mandi yang habis airnya, terus ada poop yang masih nongol di lubang wcnya. apes kan beib aku?" santri memelas
"beiib, tunggu beib.! aku gabisa hidup tanpamu. beiibb janggann peerrrggii! Ohhh TTIIIDDAAAKKK!!!" santri mengalau tingkat dewa.
percakapan antara santri dan perutnya begitu sadis! Dan aku gabisa bayangin bagaimana santri itu menjalini kehidupan sehari-hari tanpa perutnya. Sulit dibayangkan. haha :D
nggilani sumpaaaah -_-
BalasHapushaha :D
BalasHapusmau ? langsung saja datang dapur desa kembangbelor :D